Pemerintah sudah formal melarang mudik pada Lebaran tahun ini. Ketentuan tersebut, berlaku buat segala susunan warga, semacam karyawan BUMN, karyawan swasta, pegawai negara sipil, anggota TNI- Polri, pekerja resmi ataupun informal, sampai warga universal.

Apalagi, untuk yang masih nekat mudik, hendak dikenakan sanksi cocok Undang- Undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Ketentuan larangan mudik pada 6- 17 Mei tertuang dalam Pesan Edaran No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah serta Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 sepanjang bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.

Dalam Pesan Edaran tersebut disebutkan warga yang nekat mudik hendak diberikan sanksi yang berpatokan pada Undang- Undang( UU) tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam Pasal 93 disebutkan kalau hukuman kurungan sangat lama merupakan setahun serta denda optimal sampai Rp 100 Juta apabila melanggar ketentuan mudik ini berita otomotif terbaru .

” Tiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana diartikan dalam Pasal 9 ayat( 1) serta ataupun menghalang- halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menimbulkan Kedaruratan Kesehatan Warga dipidana dengan pidana penjara sangat lama 1( satu) tahun serta/ ataupun pidana denda sangat banyak Rp100. 000. 000,” demikian bunyi Pasal 93, semacam dilansir dari News Liputan6. com, Senin( 19/ 4/ 2021).

Beberapa otoritas wilayah juga sudah menghasilkan kebijakan buat menunjang keputusan pemerintah pusat. Polda Jawa Timur misalnya, hendak melaksanakan penyekatan di 7 titik perbatasan. Polda Jawa Tengah mempersiapkan 14 titik penyekatan, yang poskonya telah didirikan semenjak Senin, 12 April.

Titik Penyekatan

Sedangkan, Polda Jawa Tengah menerjunkan dekat 11 ribu personel gabungan TNI- Polri buat ditempatkan di titik jalan mudik. Polda Jawa Barat mempersiapkan 338 pos penyekatan di segala daerah hukum Polda Jawa Barat buat menghindari warga mudik. Sebaliknya Polda Wilayah Istimewa Yogyakarta mempersiapkan 10 titik penyekatan yang dilindungi sepanjang 24 jam.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengantarkan masyarakat yang nekat mencuri start mudik saat sebelum 6 Mei 2021 hendak dikarantina 5 hari. Karantina tidak di rumah tiap- tiap, namun di tempat yang telah disediakan pemerintah wilayah setempat.

Baca Juga : Cara mengirim kartu pos dari ponsel Anda

Menjawab bermacam kebijakan buat menghindari warga mudik, sosiolog dari Universitas Gadjah Mada Sunyoto Usman berkata tantangan dalam mempraktikkan sanksi larangan mudik tersebut cuku berat. Bagi ia, wajib terdapat uraian kalau larangan mudik cuma sedangkan sebab masih pandemi Covid- 19.

” Covid- 19 masih sangat beresiko, mudik dapat jadi klaster baru, kandas memutus mata rantai penularan. Pejabat, tokoh- tokoh warga, ulama wajib membagikan contoh kalau mereka tidak mudik. Diperlukan keteladanan,” tuturnya.

Jangan Nakal, Nekat Mudik Siap Diisolasi serta Denda Rp 100 Juta

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *